Rokok merupakan hobi yang merusak!.. semua orang sudah tahu.. bahkan perokok sekalipun sudah tahu itu. Karena disetiap bungkus rokok yang mereka hisap sudah tertera tulisan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, Impotensi, Gangguan Kehamilan dan Janin. Hampir semua orang juga tahu bahwa pada rokok terkandung ribuan zat kimia yang merusak serta terkandung nikotin-tar yang menyebabkan ketagihan. Tetapi tidak banyak tahu bagaimana proses rokok ini merusak paru?..Pada tulisan ini saya akan mengupas sedikit tentang mekanisme rokok dalam merusak paru tersebut.
Paru sebagai organ maha penting yang mengurusi oksigen tentunya dilengkapi berbagai sistem pertahanan yang menjaga agar si paru terus bekerja secara fisiologis. Fungsi ini perlu terus dipertahankan dengan baik karena oksigen merupakan salah satu komponen kehidupan terpenting disamping makanan dan minuman. Manusia masih bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum beberapa hari tetapi hanya bisa bertahan tidak lebih dari 3 menit tanpa oksigen. Sistem pertahanan paru yang kompleks sudah dimulai sejak awal masuknya sistem pernapasan yaitu hidung. Di hidung, cilia (rambut-rambut) hidung akan mem-filter partikel asing dan mucous membrane akan menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk. Disamping menghangatkan dan melembabkan udara, mukus ini juga berfungsi untuk menangkap kotoran dan kuman-kuman yang masuk bersama udara yang dihirup. Banyak tidak menyangka bahwa bersin juga merupakan salah satu metode pertahanan paru karena dengan bersin maka partikel-partikel yang mengiritasi hidung dan nasopharinx tersebut dapat dikeluarkan tubuh.
Setelah hidung, sistem pertahanan paru juga ada di epiglotis (yaitu semacam lapisan penutup yang berada di daerah larynx). Epiglotis ini berfungsi menutup larynx jika ada makanan atau partikel lain yang salah masuk, sehingga paru tidak bisa dilewati oleh partikel tersebut. Larynx sendiri juga merupakan bagian pertahanan paru karena saat larynx ini diiritasi maka larynx akan mengecil yang disebut sebagai laryngospasm. Sehingga dengan fungsi epiglotis dan laryngospasm tersebut maka partikel tersebut tidak bisa masuk trakea (tenggorokan). Tetapi walaupun sudah berlapis pertahanan paru masih saja ada bakteri, virus yang dapat masuk. Untuk itu di paru juga dilengkapi pertahanan berupa mukus yang dihasilkan oleh sel goblet serta cilia (semacam rambut) yang terus bergerak 1000-1500x/menit untuk membuang virus, bakteri bahkan debu. Partikel-partikel yang ditangkap oleh mukus itu untuk kemudian dibuang keluar paru melalui mekanisme batuk. Disamping berupa mukus dan cilia, paru juga dilengkapi oleh makrofag yang terdapat di alveoli (bagian terkecil paru berukuran 1-2 mikron) yang akan menangkap, menelan dan akhirnya membuang bakteri/virus/debu yang merusak kerja paru.sehingga alveoli tetap steril.
Jika kita sudah memahami mekanisme pertahanan paru diatas, akhirnya kita bertanya bagaimanakah rokok merusak sistem pertahanan berlapis yang dimiliki oleh paru tersebut. Pada saat perokok memulai hisapan mautnya maka ribuan zat kimia akan masuk paru. Gas-gas kimia beracun tersebut secara ukuran sangatlah kecil sehingga menyulitkan mukus untuk menangkap dan mem-filter-nya sehingga gas beracun tersebut dapat masuk ke daerah steril alveoli. Seiring dengan masuknya gas beracun dari rokok tersebut maka rokok mulai mempengaruhi fungsi normal cilia. Rokok memperlambat kerja dari cilia sehingga tidak optimal dalam menyapu partikel-partikel asing yang merusak paru. Disisi lain, rokok juga merangsang sel goblet sebagai penghasil mukus untuk memproduksi lebih banyak mukus tetapi tidak sinkron dengan fungsi pembuangan dari cilia yang jauh berkurang. Akibatnya terjadi penumpukan mukus yang merupakan tempat yang menyenangkan bagi bakteri untuk berkembang, ahirnya infeksi paru pun terjadi. Inilah sebabnya kenapa perokok lebih sering menderita infeksi paru dibanding bukan perokok.
Sifat merusak rokok tersebut bukan itu saja. Timbunan tar yang terdapat pada rokok merangsang paru untuk mengeluarkan enzim protease yang tujuan utama sebenarnya untuk menetralisr tar tetapi untuk jangka waktu lama malah enzim ini merusak jaringan paru. Lagi pula makrofag sebagai pemakan bakteri telah lebih dahulu dirusak oleh rokok yang berakibat “tentara” paru sangat berkurang dalam mempertahankan daerah sterilnya.
Efek rokok memang sangat banyak sampai saya sendiri bingung efek apalagi yang ditulis duluan. Ok..kita lanjutkan efek lainnya. Kita tahu bahwa hasil pembakaran utama dari rokok adalah karbonmonoksida. Tetapi sadarkah perokok bahwa karbonmonoksida (CO) ini mempunyai ikatan kuat terhadap hemoglobin yang berfungsi sebagai kendaraan untuk membawa oksigen ke sel-sel tubuh yang membutuhkan. Dengan ikatan antara CO-Hb yang kuat berakibat oksigen yang dibawa pun berkurang. Perokok bukan saja menghirup oksigen lebih sedikit tetapi juga memberikan oksigen ke sel-sel tubuh berkurang dari yang dibutukan sel tubuh.
Jadi sekali lagi rokok bukan saja merusak paru perokok yang maha penting tetapi juga paru anak-anak, keluarga mereka. Dari sekarang berkonsultasilah ke klinik berhenti merokok.!